10 Tahun Rusda Mahmud Memoles Wajah Kolaka Utara

Sejak tahun 2007 Rusda Mahmud terpilih menjadi orang nomor Satu di Kolaka Utara, di awal pemekaran Kolaka Utara memiliki 6 kecamatan, yakni Lasusua, Pakue, Batu Putih, Ranteangin, Ngapa dan Kodeoha awalnya Enam kecamatan diwilayah paling Utara Sultra tidak pernah dipersiapkan untuk menjadi sebuah kabupaten.

Sejak Periode Pertama memimpin Kolaka Utara, kondisi keterbatasan Infrastruktur yang lebih awal ditangani menjadi priorotas, guna mewujudkan wajah Ibukota. Sehingga pembangunan dapat dikatakan dipusatkan di ibukota kecamatan Lasusua.

Arah kebijakan pembangunan terutama ditujukan pada pemenuhan sarana dan prasarana perkantoran, jalan dan jembatan demi menjalin aksesibilitas antar wilayah.

Barulah pada periode kedua Rusda Mahmud sedikit demi sedikit program diarahkan untuk pembangunan di kecamatan-kecamatan.

Seperti yang menunjukkan bagaimana kondisi permukaan jalan pada tahun 2008 bandingkan dengan 2016. Jalan beraspal itu hanya jalan Nasional, yakni jalan Trans Sulawesi. Saat ini sudah terdapat 489,23km yang beraspal. Dari panjang jalan yang tersedia pada tahun 2008 hanya sepanjang 547,35 km, pada tahun 2016 sudah menjadi 779,28 Km, data ini tentu di luar jalan desa.

“Kondisi jalan yang dinyatakan baik pada tahun 2008 hanya sepanjang 88 Km, pada tahun 2016 sudah terdapat 489,23 Km yang dinyatakan baik. Adapun jalan dengan kondisi rusak dan rusak berat didominasi oleh jalan yang baru dibuka sepanjang 227 Km, mudah-mudah pelanjut saya nanti bisa melanjutkan pengaspalannya” Kata Bupati Rusda Mahmud.

Dalam rangka Pemberdayaaan dan Pembangunan Masyarakat Perdesaan, sejak tahun 2006 yang lalu, Pemerintah Kolaka Utara telah menggulirkan Alokasi Dana Desa secara merata.

“Kemudian kami sempurnakan, karena merata belum tentu adil, tetapi perlu memperhatikan berbagai indikator aksesibilitas, luas wilayah, dan jumlah kepala keluarga, terutama keluarga miskin dan kebutuhan lainnya. Berdasarkan pemantauan kami terhadap 17 Kabupaten/Kota se-Provionsi Sulawesi Tenggara, maka desa di Kabupaten Kolaka Utara mengelola anggaran pembangunan desa yang terbesar”Ujarnya.

Di Bidang Sosial, khusus dalam hal urusan Pendidikan dan Kesehatan, Tahun 2006 Pejabat Bupati Kolaka Utara sebelumnya telah mengawali upaya pembebasan biaya pendidikan, khususnya dalam hal proses belajar mengajar. Begitu pula dalam pelayanan kesehatan, khususnya dalam hal pelayanan kesehatan dasar.

“Dimasa kepemimpinan saya, seiring dengan berubahnya kebijakan nasional,dana BOS (Bantuan Opersaional Sekolah) digulirkan pada Tahun 2009, dan Dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) pada tahun 2011,”terangnya.

Kebijakan yang ditempuh dalam upaya perbaikan kualitas pelayanan pendidikan, melalui pemberian baju batik bermotif logo Kolaka Utara, sebagai bahagian dari upaya mensosialisasikan Logo Kolaka Utara.Dalam upaya peningkatan kesejahteraan guru, maka dianggarkan pemberian insentif terhadap guru-guru sekolah di desa terpencil yang tidak mendapatkan alokasi APBN.

jumlah lembaga pendidikan mulai dari TK hingga SLTA meningkat yang sangat drastis, bahkan termasuk desain bangunan ikut dipoles.

Tingkat pendidikan dan Partisipasi Sekolah Penduduk Kolaka Utara mulai membaik, nampak bahwa tidak lagi ditenemukan penduduk Kolaka Utara dari Usia 7-12 tahun yang tidak sekolah. Sedang pada usia 13-15 tahun masih ditemukan 2,72 % begitu pula pada usia 15 sampai 18 tahun, terlihat sudah lebih baik.

“Pembinaan sumberdaya manusia bukan hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pendidikan luar sekolah, terutama talenta dalam bidang keagamaan setiap tahunnya kita lakukan lomba-lomba seperti busana muslimah, Dai Cilik, dan lain-lain. Begitu pula dalam bidang olah raga, seni dan budaya. Prestasi yang diraih oleh anak-anak kita ini, Alhamdulillah telah membawakan nama baik Kolaka Utara dalam berbagai even,”terangnya.

Kegiatan pembinaan yang dimaksud diantaranya dalam ilmu pengetahuan umum, dua kali lolos mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara ke Tingkat Nasional dalam olimpiade Matematika tingkat dasar dan salah satunya berhasil meraih juara 3 tingkat Nasional atas nama Wisnu Tenggara Putra.

Pembinaan seni Budaya yang diseleksi setiap tahunnya melalui lomba pada saat memperingati hari Jadi Kolaka Utara. Kemudian pembinaan olahraga prestasi terhadap seluruh cabang olah raga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Tingkat Provinsi, termasuk ke tingkat Nasional. Dilakukan pula pembinaan untuk olahraga yang bersifat menantang adu adrenalin, seperti motor cros, adventur dan trekling.

Pembinaan Religius terutama seluruh cabang yang dilombakan di Musabaqa tingkat Nasional dan Pildacil dan lomba menghafal Al Quran yang dilakukan setiap bulan Ramdhan.

Dalam upaya pembinaan remaja dan anak Usia Dini, pemerintah menyiapkan Infrastruktur Pendukung berupa sarana dan prasarana Olahraga yang saat ini sudah tersedia, “bahkan sirkuit untuk motor cross tersedia untuk siang malam. Yang belum selesai tinggal Stadion Sepak Bola, mudah-mudahan pelanjut saya bisa melanjutkan upaya pembangunan stadion yang dimaksud,”Harapanya.(**)

Komentar