3 Organisasi Keperempuanan Sisir Korban Banjir Bandang Dan Berikan Bantuan

Tiga organisasi keperempuanan di Kolaka Utara yakni Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dharma Wanita dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) kompak terjun lapangan menyisir rumah-rumah warga terdampak banjir bandang yang menerjang Kolaka Utara (Kolut) di penghujung tahun 2020 lalu. Mereka menemukan masih banyak masyarakat membutuhkan bantuan diluar kebutuhan sembako.

Di Desa Pitulua dengan sejumlah iringan roda empat berisi bantuan berupa perlengkapan dan perabot rumah tangga. Giat ini merupakan aksi gelombang pertama dengan titik pembagian juga meliputi korban terdampak di Desa Batuganda.

Ketua PKK Kolut, Hj. Andi Nurhayani Nur Rahman mengatakan pihaknya memilih baru bergerak sekarang setelah melakukan pendataan kebutuhan warga korban banjir pasca musibah. “Pasca banjir banyak bantuan yang dominan sembako. Namun untuk perabot rumah tangga hingga peralatan dapur itu tidak ada. Nah, kami bergerak untuk menjawab itu dengan rembuk bersama Dharma Wanita dan BKMT agar turun bersama,” ujarnya, Rabu (13/1).

Ibu Nurhayani menyapaikan bahwa, pasca banjir saat itu banyak yang tidak punya alas tidur, lemari hingga peralatan di dapur semisal piring dan lainnya karena terbawa banjir. Gelombang pertama ini disampaikannya membawa lemari pakaian 19 unit, kompor 10, karpet dan lain-lainnya. “Sambil menyerahkan bantuan kami masih mendata lagi yang memang belum tersentuh namun membutuhkan,”katanya.

Salah satu korban terdampak yang sampai saat ini tempat tinggalnya dipenuhi lumpur di Desa Pitulua yakni Nuni (45). IIbu Nurhayani sendiri berjanji akan mengerahkan para anggotanya membersihkan lumpur tersebut. “Kalau soal bersih-bersih kami siap. Saya akan bawa anggota ke sini bersihkan lumpur. Asal jangan minta bunga ke mereka karena berat itu,” canda perempuan yang hobi merawat kembang itu.

Nuni menyampaikan ucapan terimah kasih. Banjir saat ini menghabiskan semua isi tempat tinggalnya terkecuali satu lusin piring terendam masih bisa dimanfaatkan. “Saya tidak punya apa-apa, habis. Hanya piring itu saja karena air sampai kepala dan kami lari ke gunung,” bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua BKMT Kolut, Hj. Sukmawati Abbas mengatakan, bantuan yang diboyongnya bukan saja atas nama Kolut namun juga provinsi dan juga dari BKMT daerah lain yang bersimpati terhadap musibah tersebut.

Penyaluran kemarin fokus menyasar 40 KK di Desa Batuganda. Rincian diantaranya juga berupa kompor gas, bantal tiga buah per rumah, dan setiap KK dapat 15 meter karpet plastik. “Kami juga sudah konfirmasi ke Dinsos Kolut jika sebagian sudah disalurkan dan kekurangannya kami akan tutupi sembari mendata,” pungkasnya. (Li)

Komentar