Banjir Setinggi 1 Meter Rendam Permukiman Warga di Desa Tetebawo dan Mosiku

Banjir merendam pemukiman warga dua desa di Kecamatan Batuputih Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara (Sultra). Ketinggian air mencapai 1 meter.

“Banjir sekitar pukul 01.00 Wita di Kecamatan Batu putih Kolaka Utara. Ketinggian air 1 meter,” kata Kepala BPBD Kolaka Utara, Syamsuriani dikutip dari detikcom, Minggu (13/3/2022) malam.

Laporan BPBD Kolut yang diterima, dua desa terdampak yakni Desa Tetebawo dan Desa Mosiku. Untuk Desa Tetebawo sebanyak 26 unit rumah, 6 unit fasilitas umum terendam air dan 1 orang mengungsi. Sedangkan Desa Mosiku sebanyak 37 unit rumah terendam air.

Ia mengungkapkan banjir diakibatkan karena hujan lebat. “Intensitas hujan tinggi,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Desa Tetebawo, Sarman mengungkapkan pada Sabtu (12/3) seharian, intensitas hujan cukup tinggi. Ia menuturkan hujan seharian penuh tidak berhenti hingga pada Minggu (13/3) dinihari, air mulai merendam desa akibat luapan saluran pembuangan.

“Hujan satu hari satu malam tidak berhenti, karena saluran pembuangan meluap, air kemudian masuk ke desa,” ujarnya.

Sarman menuturkan saat ini air yang merendam desa nya berangsur-angsur mulai turun dan beberapa rumah dan fasilitas umum juga sudah dibersihkan.

“Air masih merendam tapi sudah mulai surut, sudah banyak rumah yang dibersihkan, masjid dan kantor desa juga sudah dibersihkan,” jelasnya.

Sarman mengungkapkan Desa Tetebawo merupakan tempat saluran air dari berbagai desa lewat. Namun, saluran air yang dibangun tidak mampu untuk menampung debit air yang datang, terlebih jika hujan deras.

“Kita ini langganan tiap tahun musim hujan, pasti banjir. Karena saluran pembuangan air terlalu kecil, sedangkan air datang dari beberapa desa,” paparnya.

Ia berharap agar Pemkab Kolaka Utara bisa membangun dan merancang ulang saluran pembuangan air agar lebih besar. Pemerintah Desa setempat juga sudah bertemu dengan BPBD Kolaka Utara dan menyampaikan kebutuhan tersebut.

“Kalau perlu di gali saluran pembuangannya, kalau tidak akan begini tiap tahun,” ujar dia.

Komentar