Bupati Kolut Kembali Paparkan Visi Misinya untuk Lima Tahun Kedepan

Bupati dan Wabup Kolaka Utara (Kolut) terpilih, Nurahman Umar dan H Abbas, kembali memaparkan visi misinya untuk Kabupaten Kolut di lima tahun mendatang, di gedung DPRD Kolut, Kamis (24/8/2017). Pemaparan visi misi pasangan ber akronim ‘Annur’ ini dirangkaikan rapat istimewa sidang paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab).

Dikesempatan itu, turut hadir mantan Bupati Kolut Rusda Mahmud, Anggota DPRD, Kapolres, Kajari, Perwira Penghubung, Anggota Pos Angkatan Laut, Kepala SKPD lingkup Pemkab Kolut, Kades, serta tenaga pengajar dari jajaran SD hingga SMA se- Kolut.

Dalam sambutannya yang berdurasi beberapa menit itu, Nurahman, kembali mengingatkan ratusan pasang mata, jika ia bakal menjadikan Kolut sebagai kabupaten yang madani. Dalam visi dan misinya yang ia janjikan bakal melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik, efisien, efektif, akuntabel, dan bebas dari korupsi.

Ia juga bakal mengembangkan dan meningkatkan intensifikasi, disertivikasi serta produksi sektor pertanian dan perikanan secara menyeluruh. Juga akan meningkatkan kapasitas dan akses pelayanan dibidang kesehatan yang lebih mudah, nyaman dan merata.

Meningkatkan kualitas pelayanan di bidang pendidikan berbasis kompetensi, berkeadilan dan terjangkau. Bahkan mengembangkan dan membina keberdayaan usaha ekonomi mikro, makro serta usaha menengah. Juga mengamankan dan memberdayakan pemuda wirausaha yang mandiri dan tangguh. Nurahman beserta wakilnya juga akan meningkatkan serta memelihara infrastruktur daerah. Kemudian, menyelaraskan penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan dengan semangat keberagaman.

“Tugas bupati dan wakil bupati baru itu, harus membuat kemudian menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kolut di tahun 2017-2022. Dimana RPJMD merupakan implementasi dari visi dan misi bupati yang dituangkan dalam program-program pembangunan,“ jelasnya.

Tidak luput pula pihaknya juga bakal memprioritaskan penguatan ekonomi kerakyatan, yang bertumpuk pada sektor pertanian dalam program pembangunan lima tahun kedepan. ”hal tersebut kami prioritaskan berdasarkan pertimbangan yang rasional,” katanya.

Disebutkannya, berdasarkan data statistik pada tahun 2016 ada sebanyak 77 persen, penduduk Kolut bekerja pada sektor partanian dalam arti luas. Itu artinya, sebagian besar penduduk Kolut mengantungkan nafka hidupnya dari sektor pertanian.

koransultra

Komentar