Kekerasan dan Pelecehan Pada Perempuan Dan Anak Meningkat, PPPA Kolut Gandeng Psikolog

Tahun 2022 ini jumlah kekeresan dan pelecehan seksual tertinggi dari tahun sebelumnya pasalnya sejak Januari sampai September sesuai data yang tercatat dinas PPPA Kabupaten Kolaka Utara yang tersebar di 15 Kecamatan di Kolaka Utara.

Kekerasan seksualPenelentaran Rumah TanggaKekeresan FisikPernikahan diniPsikis
18 kasus1 kasus14 Kasus19 Kasus14 Kasus

Mengantisipasi hal tersebut Dinas Pemberdayaan perempuan dan Pelindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kolaka Utara menggandeng psikolog untuk memberikan edukasi pada aktivis desa dan Forum anak yang ada di Kabupaten Kolaka Utara.

Kepala DP3A Kolaka Utara, Murni Baso mengungkapkan, bahwa tingginya kasus yang terjadi di Kolaka Utara maka pihaknya melakukan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtPA) dan TPPO dengan melibatkan psikolog sebagai pemeteri dalam kegiatan pelatihan untuk aktivis desa dan organisasi anak dan perempuan yang ada di Kolaka Utara.

“Hal ini dikarenakan dalam beberapa bulan terakhir kasus pelecehan mengalami peningkatan, Kami ingin kejadian serupa tidak terus bertambah, jika perlu ditekan pada angka serendah mungkin,” katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, kebijakan dan program kegiatan pencegahan disingkronisasikan agar bisa berjalan efektif dan terukur, pasalnya aktivis desa dan organisasi anak dan perempuan adalah garda terdepan untuk memberikan informasi pada masyarakat mulai dari tingkat desa.

“Kita berharap mudah-mudahan pelatihan dan sosialisasi yang telah dilakukan bisa membantu kami memberikan informasi kepada masyarakat sebagai menekan kasus pelecehan kepada anak,” tukasnya.

Sementara itu, Psikolog Kota Kendari, Ayub Djafar, S.Psi., M.Psi menyatakan, jika di Sulawesi Tenggara umumnya sudah banyak kasus serupa yang telah ditangani. Di Kolaka Utara juga alami tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

“Khusus perkara pelecehan seksual terhadap anak penanganannya cukup panjang, minimal butuh pendapingan hingga 3 bulan dan kalau dampak psikologis korban berat biasanya butuh waktu hingga 6 bulan,” imbuhnya.

Kata dia, peran orang tua sangatlah penting dalam mendampingi anak-anaknya saat berinteraksi di lingkungan masyarakat, mendampingi anak-anaknya dalam berinteraksi di lingkungan masyarakat.

“Dan terpenting jika ada kasus pelecehan termasuk juga KDRT agar tidak didiamkan karena sangat potensial terjadian serupa berkepanjangan,” ujarnya.

Sampaikan ke dinas terkait, lanjutnya, jika kasus pelecehan anak tersebut memerlukan penanganan khusus, maka DP3A yang akan membantu mengkonsultasikan ke psikolog.[L]

Komentar