Dinas Pendidikan Kolaka Utara Masih Kekurangan 200 Lebih Guru

Tenaga pengajar yang mendedikasikan diri pada sejumlah satuan lembaga pendidikan wilayah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) namun jumlahnnya masih belum memenuhi kebutuhan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kolaka Utara mengkalkulasi setidaknya masih membutuhkan guru berkisar 257 orang.

Kepala dinas Pendidikan Kolaka Utara, Muh. Idrus mengatakan pihaknya telah mengusulkan tambahan guru dalam rencana perekrutan guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Adapun kuota yang bakal diberikan tentu belum diketahui. “Belum tahu, tetapi kalau berbicara data potensi kekurangan guru kita sebanyak 257 orang,” ujarnya.

Berita Terkait: Diknas Kolaka Utara Usulkan 257 Guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

Kekurangan guru di Kolut sambung Muh. Idrus merata di satuan pendidikan termasuk di jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Lebih spesifik lagi secara umum yakni pendidik mata pelajaran (mapel) agama dan pendidikan jasmani (penjas).

Terkait guru kontrak yang sebagaimana diumumkan pemerintah pusat belum diketahui pasti seperti apa perekrutan dan lainnya. Juknisnya belum ia terimah. Namun, Muh. Idrus sangat berharap kuota untuk Kolut tercukupi.

Solusi kekurangan guru itu kata dia sembari menunggu tambahan penerimaan itu yakni menjaring pendidik baru meski dari segi klasifikasi pendidikan tidak sejalan. Contohnya di jenjang TK, hal itu sudah dilakukan dan diikuti pemberian beasiswa kepada mereka yang minimal mengajar tiga tahun lanjut S1. “Mau diapa, nanti tidak ada yang mengajar. Lebih baik ada (diterimah) dari pada minus yang artinya tidak ada sama sekali hasil. Tinggal kami dorong kuliah lagi untuk menyusuaikan bidang pendidikannya,” tuturnya.

Idrus juga menyanjung para pemerhati pendidikan yang ada di Kolut dalam keterlibatannya berpartisipasi mendukung pemerintah meningkatkan SDM siswa khususnya di pelosok-pelosok. Mereka yang dimaksud Idrus tersebut yakni kelompok atau wadah remaja dan pemuda yang fokus bergerak dalam aksi sosial di sektor pendidikan. “Mereka sangat membantu dan kami apresiasi,”pungkasnya. (Li)

Komentar