Ivonasi Pelayanan, Disdukcapil Kolaka Utara Diapresiasi Dirjen

Program inovasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kolaka Utara (Kolut) menarik perhatian Direktorat Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).  Pemerintah pusat berinisiatif memperkenalkan terobosan pelayanan itu secara meluas agar bisa dicontoh daerah lain.

Kadis Capil Kolut, Buhari memaparkan jika Dirjen Capil telah memintanya guna menyiarkan program inovasi itu via TV Desa milik Kemendes PDTT. “Dua hari lalu saya dihubungi Dirjen. Kami diminta melakukan promosi via TV Desa sekaligus dialog interaktif yang diikuti penyampaian apresiasi dirjen, awal Maret,”ungkapnya.

Invovasi pelayanan yang dimaksud Buhari tersebut yakni Sistem Layanan Adminduk Kolaka Utara (Si LAKU) yang berjalan per 1 Januari 2021. Terobosan ini menyita perhatian pusat lantaran dianggap relevan dengan situasi pandemi saat ini guna diterapkan. “Yang utama dalam pelayanan ini soal antar jemput dokumen warga yang mengurus cukup dari rumah via layanan jasa Kurirku, jasa pengantar yang kami ajak bekerja sama,” paparnya.

Imbas dari pelayanan tersebut membuat Disdukcapil Kolut bebas antrian di kantor. Jika sebelumnya biasa menumpuk hingga 50 warga perhari, saat ini maksimal 15 orang. Itu pun karena perekaman KTP-el saja.

Berlakunya Si LAKU, proses pengurusan lebih ringkas karena warga yang bakal lakukan pengurusan cukup melakukan transfer dokumen via Whats app. Jika kelar, Disdukcapil akan mengantarnya langsung ke rumah si pengurus via kurir. “Untuk sementara kami layani jemput-antar berkas di tujuh desa terdekat dalam ibukota,”tuturnya.

Selain itu, Capil Kolut juga meningkatkan pelayanan jemput bola lakukan perekaman KTP-e yang tersebar pada 30 titik di Kolut. Lokasi ini masih akan diperluas untuk menjangkau semua desa di Bumi Patowonua itu.

Sebelum Si Laku berjalan, target capaian sesuai patokan nasional untuk KTP sebanyak 98 persen baru dipenuhi 89 persen. Untuk dokumen akta kelahiran melebihi dua persen dari standar sasaran sebesar 92 persen. Adapun Kartu Identitas Anak (KIA) terpenuhi 18 persen dari 20 persen yang ada. “Tahun ini kami yakin semua terpenuhi sesuai target nasional. Sabtu dan Minggu kami juga buka pelayanan,” pungkasnya.

Komentar