31.7 C
Kendari
Jumat, 19 April 2024

Kabupaten Banyuwangi Berhasil Kendalikan Inflasi Selama 4 Tahun, Kolaka Utara Lakukan Studi Tiru

Penting Dibaca
Kominfo
Kominfohttps://kolutkab.go.id/
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Kolaka Utara

Banyuwangi, Jawa Timur, telah mencatat prestasi dalam mengendalikan inflasi selama empat tahun berturut-turut, mendapatkan penghargaan langsung dari Presiden Joko Widodo. Kabupaten Kolaka Utara pun turut mengambil langkah serupa dengan melakukan studi tiru ke Bumi Blambangan.

Hari Jumat (24/11), rombongan dari Kolaka Utara dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Dr. Taupik, mengunjungi Banyuwangi. Di sambut hangat oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dwi Yanto, dari Pemerintah Banyuwangi yang mewakili Bupati Ipuk Fiestiandani.

Kunjungan tersebut  tidak hanya berguru terkait Inflasi namun berbagai hal termasuk Mall Pelayanan Publik Kabupaten Banyuwangi, yang merupakan mal pertama di Indonesia. Strategi kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan penggunaan anggaran yang efektif menjadi fokus utama.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, Dwi Yanto, bahwa komitmen kepala daerah dan Kolaborasi ini menjadi kunci dalam pembangunan daerah, di mana semua pihak terlibat.

“Kabupaten Banyuwangi meski memiliki banyak destinasi wisata baik laut dan pegunungan yang indah namun kalah tenar dengan daerah lain, namun banyuwangi membangun wajah baru dengan destinasi prestasi dalam menangani inflasi dengan inovasi di TPID serta berbagai prestasi yang di raih menjadi banyuwangi menjadi daerah kunjungan untuk belajar,”Kata Dwi yanto

Lebih lanjut dia menyatakan bahwa Komitmen kepala daerah Banyuwangi yang aktif dalam penanganan Inflasi seperti melakukan evaluasi setiap hari Jum’at untuk kepala OPD dan penanganan harga menjadi kunci sukses penanganan inflasi dan kolaborasi antar forkopimda.

“Kolaborasi adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan inflasi dan membangun prestasi. Dengan komitmen bersama dan inovasi, kita mampu menciptakan solusi yang efektif untuk kesejahteraan bersama.”

Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Taupik S, menyatakan bahwa kunjungan ke Kabupaten Banyuwangi adalah dalam rangka studi tiru terkait penanganan inflasi. Ini dilakukan untuk mempertajam implementasi penanganan pengendalian inflasi, terutama di Kolaka Utara, serta untuk melihat berbagai hal yang sudah diterapkan dan dilaksanakan di sana.

“Kunjungan ke Banyuwangi akan membantu kami memahami bagaimana pengendalian inflasi dapat ditingkatkan lebih baik lagi. Kami ingin memperoleh pembelajaran dari cara Banyuwangi mengelola inflasi tidak hanya dari segi aksi, tetapi juga dari kolaborasi dan peran semua pihak,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa Kolaka Utara berencana menerapkan sinergi yang lebih kuat. Selain itu, ada beberapa hal yang belum diimplementasikan di Kolaka Utara, seperti evaluasi mingguan yang harus dihadir dan dipimpin oleh  pimpinan Tertinggi.

“Dalam kegiatan di daerah, peran langsung dari pimpinan sangatlah penting. Tanpa keterlibatannya kegiatan tersebut tidak akan memiliki nilai yang lebih baik dari yang lain. Hasil dari evaluasi mingguan ini akan kami laporkan kepada bupati untuk ditindaklanjuti demi pengendalian inflasi,” tambahnya.

Tidak hanya berkaitan dengan inflasi, kunjungan tersebut juga membawa banyak hal yang akan diimplementasikan di Kolaka Utara, seperti peningkatan pelayanan publik melalui MPP. Di MPP Banyuwangi ada 294 layanan dari 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 19 Instansi Vertikal yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.

“Hampir semua OPD dan instansi terkait berada di Mall Pelayanan Publik. Ini membantu mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang mungkin sebelumnya merasa ragu untuk datang. Mall Pelayanan Publik memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan,” jelasnya.

Dia juga menyoroti bahwa Banyuwangi telah membangun sistem pemerintahan berbasis teknologi (SPBE) yang tidak hanya berfokus pada smart city, tapi juga smart kampung. “Ada pergeseran signifikan di digitalisasi, bukan hanya di kota tapi juga di desa. Masyarakat sekarang bisa mendapatkan layanan melalui sistem internet tanpa harus berhadapan langsung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapten Cpl Muh Arsad, salah satu perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menekankan bahwa ada banyak hal yang bisa diadopsi dan dikembangkan di Kolaka Utara terutama terkait penanganan inflasi.

“Kami sudah melaksanakan langkah-langkah terkait inflasi, tapi ada beberapa aspek yang perlu perbaikan. Kerja sama yang baik, seperti gotong royong, sangatlah penting dan harus didukung oleh Bupati sebagai pemimpin,” paparnya.

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Komentar

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru

Kolaka Utara Raih Dua Penghargaan  dalam Musrembang Provinsi Sulawesi Tenggara

Kamis (18/4) di Kota Kendari digelar pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat provinsi Sulawesi Tenggara. Acara  tersebut  untuk merumuskan...
- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img