25.9 C
Kendari
Kamis, 11 Juli 2024

Kepala Desa Woitombo Kirim 12 Pelajar Belajar Bahasa Inggris di Pare

Penting Dibaca
Kominfo
Kominfohttps://kolutkab.go.id/
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Kolaka Utara

Kepala Desa Woitombo, Muhammad Akbar, menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan tindakan nyata. Selain mendirikan perpustakaan desa yang  terbesar di Sulawesi Tenggara, Akbar mengembangkan program belajar bahasa Inggris untuk warganya. Ia mengirim 12 pelajar dan mahasiswa dari desanya ke Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur.

Langkah ini tidak main-main, karena anggaran pendidikan selama sebulan di Pare berasal dari dana desa, dengan setiap anak mendapatkan alokasi 5 juta rupiah. Akbar, yang juga lulusan S1 Pendidikan Bahasa Inggris, bahkan mengantarkan langsung warganya ke Kampung Inggris sebagai bentuk dukungan penuh.

Program bahasa Inggris ini diharapkan dapat membuka wawasan anak-anak desa tentang pentingnya penguasaan bahasa internasional ini. “Dengan beragam latar sosial dan budaya yang mereka temui di Pare, anak-anak kami akan memiliki mindset yang lebih terbuka, kesadaran akan pentingnya pendidikan lebih baik lagi, serta tentunya lebih mencintai belajar bahasa Inggris,” ujar Akbar.

Pengalaman belajar, tinggal, dan berinteraksi selama sebulan di Pare akan memberikan dampak positif yang signifikan, memperkuat kemampuan bahasa Inggris dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. Akbar berharap program ini bisa menciptakan generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Selain program bahasa Inggris, berbagai kegiatan literasi juga mendapat perhatian serius di Woitombo. Perpustakaan desa kini menjadi pusat berbagai kegiatan literasi, mulai dari pembinaan literasi dasar bagi anak usia dini, seni budaya, informasi digital, parenting, hingga literasi Al-Qur’an dan kemah literasi tahunan”Katanya. Kata dia Program ini mencakup pembinaan membaca dan menulis untuk anak-anak, pelatihan seni dan budaya lokal, serta literasi digital untuk mengembangkan keterampilan teknologi.

Pembinaan literasi dasar bagi anak usia dini dan siswa SD menjadi prioritas, dengan tujuan meningkatkan kemampuan membaca dan menulis sejak dini. Selain itu, ada juga program pembinaan literasi seni budaya yang bertujuan untuk melestarikan kebudayaan lokal dan memperkenalkan seni kepada generasi muda. “Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri,” kata Akbar.

Literasi informasi dan digital juga menjadi fokus penting. Program ini dirancang untuk mengajarkan anak-anak dan remaja bagaimana memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif. Dengan kemampuan literasi digital yang baik, diharapkan mereka dapat bersaing di era digital yang semakin maju. “Di zaman sekarang, penguasaan teknologi sangat penting. Kami ingin anak-anak Woitombo tidak tertinggal,” tambah Akbar.

Selain itu, program pembinaan parenting juga diadakan untuk membantu para orang tua dalam mendidik anak-anak mereka. Program ini mencakup berbagai topik seperti pengasuhan positif, kesehatan anak, dan pentingnya pendidikan. “Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak mereka. Dengan memberikan pembinaan kepada orang tua, kami berharap mereka dapat mendukung perkembangan pendidikan anak-anak mereka dengan lebih baik,” jelas Akbar.

Tak ketinggalan, literasi Al-Qur’an juga menjadi bagian dari program literasi di Woitombo. Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak-anak dan remaja. Program ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan dan moral di masyarakat.

“Kemah literasi tahunan menjadi acara puncak dari seluruh program literasi yang diadakan. Acara ini dirancang untuk menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja untuk belajar, berkreasi, dan berinteraksi dalam suasana yang menyenangkan. Dengan berbagai kegiatan seperti lomba membaca, menulis, seni, dan teknologi, kemah literasi ini diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus belajar dan berkembang,”Harapnya.

Dengan berbagai gebrakan yang dilakukan oleh Muhammad Akbar, Desa Woitombo diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian terhadap pendidikan dapat membawa perubahan positif. Program-program yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan kemampuan akademis anak-anak desa, tetapi juga memperkaya mereka dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang akan berguna di masa depan. “Kami berharap, dengan semua upaya ini, anak-anak Woitombo dapat meraih masa depan yang lebih baik dan membanggakan desa kami,” pungkas Akbar.

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Komentar

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru

Launching Implementasi Layanan Sertifikat Elektronik oleh 14 Kantor Pertanahan Kota Kabupaten se Sultra

Selasa (9/7)  Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi meluncurkan implementasi layanan sertifikat tanah elektronik...
- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img