Kolaka Utara siap mensukseskan program READSI

Di tahun 2019, enam provinsi di Indonesia mendapatkan program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Innitiative (READSI). Salah satunya Kabupaten Kolaka Utara.

Untuk dapat melihat implementasi program READSI di daerah serta pengawalan terhadap kesiapan pelaksanaan kegiatan, maka International Fund for Agriculture Development (IFAD) bersama Bappenas dan BPPSDMP cq. National Program Management Office (NPMO) READSI pada tanggal 20 Maret 2019  melakukan supervisi di kabupaten Kolaka Utara. 

Supervisi dilakukan untuk melihat kemajuan dan kinerja dalam rangka mencapai tujuan, mengidentifikasi tantangan pelaksanaan dan mendukung pelaksanaan program dalam mengelola kegiatan agar mempercepat kemajuan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaannya.

“Program READSi yang didanai oleh IFAD adalah role model yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan kapasitas kelembagaan. Dengan sistem pendanaan On Granting, diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah untuk merasa memiliki, sehingga diharapkan setelah berakhirnya program READSI ini akan dilakukan EXIT STRATEGY oleh pemerintah daerah bagi keberlanjutan program,” ungkap Anwar Sunari dari Bappenas. 

Dalam kesempatan tersebut, Asisten I, Ashar menyatakan bahwa Kabupaten Kolaka Utara siap mensukseskan program READSI dimana pada pelaksanaannya akan melibatkan dinas-dinas teknis lainnya untuk bersinergi.

Pada tahun 2019, Kabupaten Kolaka Utara memiliki program peremajaan kakao dan untuk lebih mensinergikan program tersebut telah ditetapkan bahwa alokasi dana desa sebesar 20 % dialokasikan untuk bidang pertanian, hal ini diharapkan dapat sejalan dengan program READSI.

“Pemanfaatan dana desa di bidang pertanian, hendaknya bisa meningkatkan kualitas hasil-hasil pertanian sekaligus dapat meningkatkan taraf hidup dan pendapatan petani,” tutur perwakilan dari IFAD, Nicholas.

Untuk diketahui, Program READ-Si merupakan pemberdayaan rumah tangga di perdesaan di lokasi program baik secara individu maupun kelompok dengan keterampilan membangun rasa percaya diri serta meningkatkan taraf hidup petani. 

Dan diharapkan mampu membangun rasa percaya diri melalui pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non-pertanian.

READ-Si juga menjadi bagian  orientasi penguatan kelembagaan petani antara lain diwujudkan dalam bentuk penguatan gabungan kelompok tani, kelompok usaha bersama (KUB) pertanian, hingga korporasi petani.

Komentar