Kuatkan Ekonomi Kolaka Utara dengan Ekonomi Kerakyatan

Tahun pertama kepemimpinan Bupati Drs.H.Nur Rahman Umar,MH dan Wakil Bupati H.Abbas SE, mengarahkan fokus untuk menguatkan ekonomi Kolaka Utara dengan meningkatkan ekonomi kerakyatan, sebagai bentuk untuk mewujudkan visinya menjadikan bumi Patampanua menjadi Kabupaten Madani di Sulawesi Tenggara.

10 tahun kepemimpinan Rusda Mahmud sebagai bupati sebelumnnya di Kolaka Utara yang di anggap berhasil meningkatkan pembangunan dasar Kolaka utara sehingga Kolaka Utara menjadi salah satu kabupaten pembangunan tercepat di Bumi Anoa, karenanya dimasa kepemimpinan baru ini, Pasangan Annur ini memprioritaskan pembangunan ekonomi kerakyatan di tingkat dasar, sehingga mampu membangun pertumbuhan ekonomi di Bumi Patampanua Kolaka Utara.

Target utama kepemimpinan yang baru di Kolaka Utara ini adalah mengembalikan kesejahteraan masyarakat Kolaka Utara dengan program revitalisasi kakao dan tanaman Hortikultura, pasalnya dengan penurunan drastis hasil perkebunanan kakao yang menjadi primadona dan andalah masyarakat Kolaka Utara itu membuat masyarakat kehilangan hingga mencapai Rp 3,6 triliun pada setiap tahunnya.

Program revitalisasi yang dilakukan pemerintah daerah mengundang perhatian khusus direktorat jendaral perkebunan RI Ir.Bambang yang beberapa waktu lalu juga turut hadir dalam sosialisasi program revitalisasi kakao 15 Kecamatan di Kolaka Utara.

“Sangat jarang bagi setiap kepala daerah seperti di Kolaka Utara yang hingga kini masih fokus untuk mengembangkan tanaman kakao dalam skala besar. Di daerah lain, ada kepala daerah justru mengubah lahan kakao itu menjadi pemukiman dan bahkan dijadikan bisnis proferti,” kata Bambang melalui pesan WhatsApp di Kendari, Rabu (6/12/2017).

Sejahterakan Masyarakat Dengan Revitalisasi Kakao

Bupati Kolaka Utara menebang pohon kakao yang tidak produktif lagi

Untuk mensejahterakan masyarakat Kolaka Utara yang dipimpinnya, Bupati Nur rahman Umar beserta wakilnya H.Abbas tengah gencar untuk mensoslisasikan program unggulanya untuk revitalisasi Kakao yang merupakan mata pencarian 80 persen masyarakat yang di pimpinnya pasalnya pengahasilan awal mayarakat Kolaka Utara adalah berkebun kakao sehingga di tahun 1998 lalu Kolaka utara dikenal sebagai kampug dollar dengan tingginya penghasilan masyarakat, pada Satu Januari 2018 mendatang program revitalisasi akan mulai digalakkan secara besar-besaran.

Kita telah kehilangan uang setiap tahunnya Rp 3,6 trilun, dengan program revitalisasi kakao ini kantong-kantong masyarakat kolaka utara bisa terisi lagi, sekarang kita mau beli, mau menabung tapi tidak ada, 80 persen masyarakat menggantungkan hidup dari kakao, ruku, empang dan bahkan biaya pendidikan dulu semuanya berasal dari kakao,”ujar Bupati Kolaka Utara Drs.Nur Rahman Umar.

Wakil Bupati Kolaka Utara H,Abbas menanam Kakao

Selain itu Kata dia dengan program revitalisasi kakao selama Dua tahun kedepnnya Kakao bisa kembali berhasil dan mensejahterakan masyarakat Kolaka Utara, dengan banyaknya anggaran di gelontorkan itu mulai dari pembibitan hinggga pemeiliharaan kakao  juga diharapkan masyarakat Kolaka Utara tidak menganggap program tersebut sebagai proyek namun program yang harus dikawal bersama untuk mensejahterakan masyarakat yang dipimpinya semata.

Kadis pertanian Kolaka Utara Samsu Ridjal menebang pohon kakao yang tidak pruduktif

ini bukan proyek kalau proyek kalau sudah selesai yah sudah, tapi ini program mulai dari awal kita bersama- mengawal hingga berhasil, saya memipin kolaka utara bukan untuk terkenal karena keberhaslin pembangunan yang unik, karna bisa membangun, tapi saya hanya ingin begaimana masyarakat kolaka utara bisa sejahtera dengan penghasilan dari perkebunana kakao, karna dengan keberhasilan kakao, masyarakat bisa berobat kemana saja dan menyekolahkan anakanya dimana saja yang dia mau karna uang ada, katanya.

Manfaatkan tanaman Hortikultura Untuk Tambahan Penghasilan

Perkebunan Tomat masyarakat Desa Raoda kecamatan Lambai

Keseriusan Pemerintah Daerah Kolaka Utara untuk mengalakkan ekonomi kerakyatan bukan sekedar angan-angan semata, selain melakukan program revitalisasi Kakao seluas 43.000 hektar di tahun 2018 mendatang, pemanfaatan tanaman Hortikultura pada perkebunan kakao juga akan digalakkan sebagai tambahan penghasilan masyarakat yang dipimpinnya.

Program revitalisasi kakao di perkirakan akan berhasil dua tahun lamannya, sehingga jika program tersebut sementara berjalan masyarakat akan kehilangan penghasilan, sehingga tanaman sela atau hotikultura akan dikembangkan sehingga mampu untuk mengisi pundi-pundi penghasilan sebelum kakao berhasil.

“Saya tau program revitalisasi kakao ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi saya berkeyakinan program ini akan berhasil dengan kerja keras kita semua dan saya tidak mau gagal, selama dua tahun penantian kita berhasilnya kakao kita akan menanam tanaman sela,”katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa untuk tanaman sela tersebut pihaknya akan merokemendasikan jenis tanaman yang akan ditanam yang pasarnya sudah tersedia sehingga masyarakat tidak perlu lagi khawatir dengan pasar,”kita akan mencari pasar dulu, perusahaan apa saja yang sudah siap menandantangani MOU dan menerima tanaman sela masyarakat, kalau sekarang yang siap itu padi gogo, jagung dan talas jepang,”Ujarnya.

Selain itu kata dia lahan perkebunana masyarakat nantinya akan dipetakan sesuai jenis tanaman  yang cocok untuk di kembangkan pasalnya tidak semua tanah cocok ditanami dengan tanaman yang sama di tempat lain,”nanti kita akan petakan tanaman yang akan ditanama oleh masyarakat sesuai dengan kondisi tanahnya, dengan menanam tanaman sela ini masyarakat bisa mengisi dompetnya lagi, tapi program ini bukan hanya berjalan dua tahun saja tapi seterusnya, hasil kakao nanti yang akan di tabung dan hasil tanaman sela itu yang akan memenuhi kebutuhan harian masyarakat,”Harapnya.

Gandeng Tiga Professor Untuk Keberhasilan Kakao

Professor Amir Yassi memberikan sosiliasi pada masyarakat

Tiga Professor dari Lembaga Agrokulture Universitas Hasanuddin (Unhas) yang juga seorang Dosen di Unhas itu sengaja didatangkan oleh Pemerintah Daerah kolaka Utara untuk memberikan pengetahuan tentang tata cara membudidayakan tanaman kakao yang benar mulai dengan cara memilih bibit yang baik, menanam, hingga perawatan, sehingga mendapatkan hasil yang melimpah dan kakao kembali Berjaya di Bumi Patampanua.

Tiga Professor yang di datangkan langsung Bupati Kolaka Utara yakni Professor Djuanda, Profesor Amir Yassi dan Profesor Yunus, ketiga professor itu akan turun langsung ke perkebunan Kakao masyarakat dan mendampingi para petani bahkan akan menginap di setiap desa guna untuk memaksimalkan pendampingan ke petani.

“Tiga Professor ini yang akan mendampingi kita melakukan program revitalisasi Kakao, jadi masyarakat tidak perlu khawatir karna dalam program ini kita akan di damping langsung ahlinya, kalau saya Cuma menargetkan uang Rp.3,6 Triliun bisa kembali di Kolaka Utara tapi bagi mereka bisa tiga kali lipat bahkan 10 kali lipat jika program ini berhasil,”katanya.

Sementara salah satu Professor yag mendampingi masyarakat Kolaka Utara itu menyatakan bahwa dirinya akan mendampingi langsung para petani tentang tata cara bercoccok tanam kakao yang benar sehingga hasil melimpahpun di dapatkan.

“Saya nanti akan bermalam di setiap desa memberikan pengetahuan tentang Kakao, karna saya lihat di sini bukan kebun kakao tapi hutan kakao, jadi kita akan bersama-sama untuk mensukseskan program revitalisasi kakao ini, karna kakao ini harus di beri perhatian khusus setiap harinya paling tidak dikunjungi setiap hari dan secara teknis revitalisasi kakao ini nanti akan kita bahas di desa masing-masing,”Katanya di hadapan masyarakat yang tengah mengikuti sosiliasi program revitalisasi kakao.

Gandeng Perbankan Sukseskan Program

Segala upaya dilakukan Pemda Kolaka Utara untuk suksesnya program revitalisasi kakao, termasuk melibatkan perbangkan untuk program ekonomi kerakyatannya, pasalnya keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemda Kolaka Utara.

Dikatakan Bupati Kolaka Utara bahwa beberapa bank yang terlibat dalam program revitalisasi kakao tersebut akan memberikan bantuan Corporate social responsibility (CSR) untuk program revitalisasi kakao serta untuk tanaman sela itu.

“Bank Sultra Cabang Lasusua akan mengalokasikan dana CSRnya untuk pengadaan bibit talas jepang sebanyak Rp.50 Juta, demikian bank lain juga akan memberikan CSRnya serta akan turut mendistribusikan kredit lunak pada masayarakat dalam program revitalisasi dan tanaman sela karna kita keterbatasan anggaran,”katanya.

Pasalnya dalam jangka dua tahun kedepan para bank juga akan diuntungkan dengan keberhasilan program masyarakat pasalnya masyarakat akan menabung hasil perkebunannya di bank dan tidak lagi menyimpan hasil perkebunan  mereka di bawah kasur.

“kalau berhasil masyarakat akan mulai menabung dan perbankan juga diuntungkan dalam program ini,”harapnya.(**)

Komentar