Mayoritas BUMDes di Kolaka Utara Tidak Sesuai Harapan

Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) sebagian besar tidak berkembang. Faktor utamanya selain dari susunan pengurus yang tidak profesional juga dari bidang usaha yang tidak tepat.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kolut, Patehuddin menjelaskan, telah ada aturan baru sementara dalam proses sosialisasi yakni menyangkut BUMDes yang akan direvitalisasi. Di Kolut sendiri, ia memandang perkembangannya jauh dari yang diharapkan dan bahkan tidak berkembang sama sekali. “Belum ada yang mencapai sebagaimana diharapkan. Kalaupun ada hanya satu atau dua saja,” bebernya, Kamis (21/1/2021).

Ada dua faktor yang menyebabkan hal itu yakni faktor pengurus yang dipilih secara tidak profesional dalam artian diisi atas dasar kekeluargaan, kedekatan dan lainnya. Begitu juga dengan usaha yang dikembangkan bukan berdasarkan potensi desa dan berjalan setengah hati. “Badan usaha ada dan legalitasnya sah. Sayang stagnan karena itu dia. Orang-orangnya bukan jiwa bisnis. Mayoritas begitu kondisinya dan sangat tepat direvitalisasi ,” sindirnya.

Ia menyarankan agar para pengurus BUMDes yang memang benar-benar ingin mengembangkan usaha. Pengembangannya tidak boleh biasa-biasa dan jika perlu digelontorkan dana besar ke wadah itu jika memang serius membangun usaha.

Pemgembangan potensi desa dianggap juga minim. Tidak ayal jika BUMDes di Kolut tidak menghasilkan pendapatan yang bisa memajukan desanya. Kesannya, dana desa (DD) hanya dicairkan, diterimah untuk digunakan dan habis begitu saja. “Satu contoh bagus misalnya desa Saludongka dalam mengelolah pasar. Pendapatan itu 30-40 juta per tahun. Kami hanya ingin Desanya maju karena BUMDesnya berkembang,” pungkasnya.


Wawasan

Apa itu BUMDes?

BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki desa melalui penyertaan modal langsung yang berasal dari kekayaan desa. Lembaga ini digadang-gadang sebagai kekuatan yang akan bisa mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan dengan cara menciptakan produktivitas ekonomi bagi desa dengan berdasar pada ragam potensi yang dimiliki desa.

Komentar