Pemda Kolaka Utara Fokus Menekan Penderita Stunting

Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara saat Ini tengah fokus untuk menurunkan angka stunting dengan melakukan Kolaborasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Seperti yang diungkapkan Wakil Bupati Kolaka Utara H.Abbas usai mengikuti Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Bergerak secara Virtual di aula kantor Bupati Kolaka Utara.

“Untuk penurunan angka stunting ini sudah banyak kita lakukan dan semua sektor kita libatkan Dinas Kesehatan Dinas KB dan Kependudukan,” Ujaranya.

Sementara itu dijelaskan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Hj Hasrayani SP, mengungkapkan bahwa dalam upaya percepatan menurunkan angka stunting dan menjalankan Program KB dilakukan kegiatan pendampingan secara maksimal dengan penyuluhan keluarga.

“Tim pendamping keluarga yang terdiri dari Kader KB, Ibu-Ibu PKK dan para Bidan dapat secara maksimal melakukan berbagai upaya yaitu dengan cara memberikan penyuluhan atau pelayanan kepada calon pengantin (catin), ibu hamil dan ibu pasca persalinan, sehingga diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang stunting”Katanya.

Stunting itu adalah anak yang tumbuh pendek, kecerdasannya di bawah rata-rata, tinggi tidak sesuai dengan usia serta mudah sakit. Hal ini dapat dicegah pada seribu hari pertama kelahiran. Berikan ASI, gizi seimbang, imunisasi lengkap dan selalu jaga kesehatan. Jangan ada kehamilan yang tidak terencana, jangka waktu hamil terlalu muda, jangan hamil terlalu tua dan jangan hamil terlalu sering.,” katanya

“Kita berharap khususnya jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga kolaka utara mulai dari Pejabat serta seluruh tim pendamping keluarga dapat terus eksis dan semangat dalam peningkatan berbagai Program Pemerintah, terkhusus saat ini dalam upaya penurunan angka Stunting mulai tahun ini 2022 sampai Tahun 2024 yang akan datang,”Harapnya

Selain itu pihaknya berharap pada masyarakat secara umum berperan aktif untuk dapat terus bersinergi mendukung suksesnya Program KB yang berkesinambungan di Bumi Patowanua Sebab keluarga adalah tempat pertama yang harus dibenahi, menjadikan keluarga sebagai awal pembangunan kemasyarakatan. “Suami, Istri, dan Anak harus senantiasa dapat hidup rukun serta mampu berusaha menciptakan keluarga yang harmonis. Anak harus mendapat perlindungan dan pendidikan yang layak. Kekerasan dalam rumah tangga harus dihindarkan,”Terangnnya. [L]

Komentar