Potensi Kakao Fermentasi Buyer Sekaligus Produsen Cokelat Dari Perancis di Boyong Ke Kolaka Utara

Revitalisasi Kakao merupakan program prioritas Bupati Kolaka Utara Drs.Nurrahman Umar & Wakilnya H.Abbas untuk dapat mengembalikan kesejateraan dan merecovery perekonomian Masyarakat Kolaka Utara, Meski program tersebut masih dalam proses namun peluang mulai terbuka, salah satunya kedatangan perwakilan produsen cokelat asal Perancis bersama tim Ditjen Pekebunan ke perkebunan masyarakat di desa Puurau Kecamatan Ngapa Kolaka Utara.

Kasubdit Pasca Panen Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Agus Hartono,Sp.Msc yang datang langsung bersama Perwakilan dari produsen cokelat Valrhona dari Perancis yang diwakilh oleh Julien Desmedt. Selain Valrhona, hadir pula perwakilan Yayasan Kalimanjari, I.G.A.A. Widiastuti, yang merupakan mitra Valrhona di Indonesia dalam penyediaan biji kakao fermentasi.

“Kakao Kolaka Utara yang berbeda dengan kabupaten lain karena bisa dipanen sepanjang tahun berbuah meski ada waktu panen raya, beliau (Red:Buyer Perancis) sangat senang sekali melihat Kondisi perkebunan Kolaka Utara dan antusias masyarakat yang hadir untuk menumui kami, dan dari pertemuan ini membuahkan hasil yang maksimal,ini adalah kunjungan pertama dan buyer ini ada ketertarikan melihat kualitas Kakao di Kolaka Utara tinggal kita harapkan teman-teman pemda (Kolaka Utara) bisa menggaet dan bisa memberikan sample yang memenuhi standar yang diinginkan buyer,” katanya usai melihat potensi perekebunan Kolaka Utara .

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pihaknya menginisiasi mengajak salah satu buyer yang ada di Perancis untuk mencoba melihat potensi, pengembangan, Produksi dan potensi pengolakan di kolaka utara ini, “mudah-mudahan dengan ajakan kami ini ke calon buyer ini bisa ditindak lanjuti oleh teman-teman dari pemda Kolaka Utara dan masyarakat, dengan fermentasi ada peningkatan penghasilan masyarakat. Buyer itu nanti lebih spesifik dan ada standarisasi khusus kakao yang berkualitas yang akan dipasarkan,”katanya.

Untuk mendapatkan harga yang tertinggi dan Kualitas Kakao yang mampu bersaing dengan pasar Internasional yakni dengan fermentasi. Dengan Fermentasi nilai jual lebih tinggi dibanding kakao non fermentasi apalagi di kolaka utara penaganan pasca panenya belum maksimal sehingga perlu ada penanganan pasca panennya itu dengan Fermentasi, “program utama kami adalah Fermentasi, untuk perbaikan kualitas karena, selain permentasi tidak akan ditemukan kualitas kakao yang lebih bagus lagi,”ungkapnya.

Diapun Berharap dengan kunjungan langsung Buyer dari Perancis tersebut dapat membuahkan hasil, sehingga Kolaka Utara sebagai salah Satu penghasil Kakao bisa memberikan kualitas terbaik yang layak untuk di ekspor Ke Perancis.

”Progaran Revitalisasi ini adalah program Bupati yang harus di dukung dari beberapa sisi, jadi harus berani Pak Bupati nantinya mengeluarkan semacam regulasi, Pak Bupati nanti harus membuatkan regulasi bahwa adalah komitmen masyarakat dengan fermentasi, terserah nanti dengan buyer siapapun program revitalisasi, dengan kunjugan kita masyarakat sangat welcome sekali,”Tandasnya.

BERITA TERKAIT

Komentar