Revitalisasi Kakao Kolaka Utara Bukan Program Pencitraan, Ini Alasannya

Senin (11/11/2019), Aksi penanaman kakao di Desa Rantelimbong Kecamatan Lasusua yang dihadiri Bapak Bupati Kolaka Utara Drs. Nur Rahman Umar, MH. merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan serupa yang telah dilakukan diberbagai desa yang ada di Kabupaten Kolaka Utara.

Pada kesempatan tersebut Bapak Drs. Nur Rahman Umar, MH. Berharap kepada masyarakat yang memahami akan program revitalisasi agar membantu dalam hal sosialisasi dan memberi pemahaman kepada masyarakat lainnya. Begitupun kepada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar berperan aktif dalam pengawasan demi suksesnya program revitalisasi.

Bupati juga menyampaikan bahwa program revitalisasi bukanlah program pencitraan karena program ini tidak mudah, butuh proses yang tidak singkat dan pengawalan atau pendampingan tetapi program ini murni demi mewujudkan kesejahtraan masyarakat Kolaka Utara. Pada kesempatan tersebut juga bapak bupati menyerahkan kendaraan roda dua kepada Manteri Kebun (mabun) disetiap kecamatan guna melancarkan kegiatannya demi suksesnya program revitalisasi. Pada acara penanaman tersebut juga turut hadir Ketua DPRD Kolaka Utara (Buhari, S. Kel.) dan anggota, kelompok tani, masyarakat tani dan juga mahasiswa dari Universitas Nahdatul Ulama Sulawesi Tenggara (UNUSTRA).


Highlight

  1. 80% penduduk kolaka Utara mengharapkan kehidupan ekonominya pada perkebunan kakao, meski kita liat sektor lain ikut berkembang.
  2. Kolaka Utara telah kehilangan uang kurang lebih Rp.3,6 Triliun setiap tahunnya karena minimnya hasil kakao yang sebelumnya Kolaka Utara terkenal dengan kampung dollar karena keberhasilan kakaonya

#sahabattani #gerakantanisejahtera #banggajadipetani

Komentar