Rusuh Pilcaleg Kolaka Utara 1 Warga di Door Polisi

Tidak puas dengan kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kolaka Utara yang dianggap tidak professional dalam melaksankan tugasnya membuat ratusan warga melakukan demonstarsi di halaman kantor KPU, namun aksi demo tersebut berakhir dengan ricuk 1 warga terkena peluru laras panjang anggota polres Kolut hingga meregang nyawa.

Kejadian bermula ketika tarusan masyarakat berdemonstrasi namun aksi mereka tidak ditanggapi oleh KPU akhirnya Massa naik pitam Melihat situasi mengarah pada tindakan anarkis, akhirnya Dalmas awal Polres Kolaka Utara membuat barikade agar massa tidak merangsek masuk ke kantor KPU.

Namun massa bukannya surut, tapi malah memperlihatkan keganasannya. Dalmas awal yang merasa kurang kuat, akhirnya mendapat bantuan dari Dalmas lanjutan yang hanya bertameng. Kali ini massa terpancing emosinya dan lebih ganas dari sebelumnya. Bahkan terjadi pelemparan batu ke arah Dalmas dan menyebabkan salah seorang anggota Dalmas mengalami pecah di bagian kaca helm pengamannya.

Melihat gempuran massa semakin keras, Dalmas lanjutan meminta bantuan kekuatan dari Pasukan anti huru hara (PHH) Brimob yang telah bersiap. Dengan gagah dan langkah gegap gempita, PHH Brimob yang bertameng dan bersenjata tongkat serta pelontar gas air mata merangsek ke depan membubarkan massa. Aksi saling dorong dan saling lempar kemudian berlanjut. Massa seolah tidak memperdulikan adanya PHH Brimob.

Sehingga satu unit mobil water cannon terpaksa dikerahkan untuk mengurai kekuatan massa. Lagi-lagi massa aksi malah mencoba menaiki mobil water cannon.

Melihat situasi chaos tak kunjung reda, akhirnya tim sapu bersih dari pasukan Brimob didatangkan untuk memukul mundur massa. Pasukan yang bersenjata serbu (SS-1) sembari berkendara sepeda motor jenis trail memperingatkan massa aksi supaya mundur dan membubarkan diri. Karena massa aksi malah melawan dengan melempar bom molotov ke arah pasukan Brimob, akhirnya diperingati dengan himbauan agar bubar sebanyak tiga kali. Tapi tetap saja massa tidak menggubrisnya. Kemudian diperingatkan kembali menggunakan tembakan ke arah atas sebanyak tiga kali, masih saja massa tidak mempedulikannya. Akhirnya pasukan Brimob mengarahkan tembakan lurus ke arah massa. Dor..dor…dor..suara tembakan dan peluru melesat dari laras senjata SS-1 ke arah kerumunan massa aksi. Satu orang pun tergeletak bersimbah darah. Tidak sampai di situ, pasukan Brimob kemudian melakukan penyisiran sembari memukul mundur massa aksi.

Merasa sudah steril, akhirnya di sekitar KPU Kolaka Utara dipasangi kawat bearer sepanjang sekitar 20 meter. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi upaya massa tertentu untuk masuk dan merusak KPU Kolaka Utara. Sementara jenazah korban diamankan oleh unit medis, dan anggota Reskrim Polres Kolaka Utara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Adegan terakhir ini menandakan berakhirnya rangkaian simulasi yang secara langsung disaksikan Kapolres Kolaka Utara bersama para pejabat utama polres kolaka Utara Danki Brimob Detasemen A Kompi II pelopor Totallang Kolaka Utara.

Dikatakan Kapolres Kolaka Utara AKBP bambang Satriawan bahwa simulasi tersebut dilakukan dihalaman Polres Kolaka Utara Senin (17/8) antisiapasi untuk pengamanan Pemilihan Umum mulai dari masa kampanye, masa tenang, pemungutan suara hingga penetapan. Dalam simulasi yang bertempat di Halaman Polres baru Kolaka Utara di ikuti 180 anggita Polres Kolut dan 25 orang Brimob diluar brimob 25 Orang. “Kolaka Utara relatif aman menjelang pemilu. Karena situasi sosial masyarakat berbeda dengan daerah lain di luar Kolaka utara. Masyarakat Kolaka Utara sangat komunikatif dan bisa menjaga kondusifitas,”tadasnya.

Komentar