Tingkatkan Produksi Kakao Pemda Kolut Gandeng Tiga Profesor

Untuk meningkatkan hasil produksi Kakao di Kolaka Utara yang setiap tahunnya sudah mengalami penurunanan, tidak tanggung-tanggung pemerintah daerah Kolaka Utara menggandeng Tiga Profesor  dari lembaga Agrokulture Universitas Hasanuddin (Unhas) yakni Profesor Juanda, Profesor Amir Yassi dan Profesor Yunus.

Meningktkan perekonomian masyarakat Kolaka Utara merupakan upaya pemerintah untuk menjadikan Bumi Patampanua menjadi daera yang Madani di Sultra itu bukan isapan jempol belaka. secara bertahap pemerintahan Nur Rahman Umar-H.Abbas mulai merealisasikan janji politiknya pada saat kempanye.

Tiga Professor yag ahli dalam pembudidayaan tanaman kakao ini akan memberikan ilmunya pada petani agar masyarakat meningkatkan hasil produksi kakao ya selama ini hasilnya sangat minim.

Dikatakan Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar saat sosialisi revitalisasi perkebunan kakao di Desa Watuliu Kecamatan Lasusua Kolaka Senin (6/10) Utara bahwa, saat ini kolaka utara telah kehilangan dana sekitar Rp 3.6 Triliun yang berasal dari Kakao, sehingga dengan program revitalisasi kakao ini mampu untuk mengembalikan dana tersebut di Bumi patampanua dan mensejahterakan masyarakat Kolaka Utara.

Saya menginginkan dalam periode saya ini tahun pertama dan kedua ini pendapatan masyarakat ini meningkat itu intinya dan fokuskan energi dan fikiran bersama-sama untuk mengisi dompet-dompet masyarakat, karena 80 persen penghasilan masyarakat bersumber dari coklatnya, 43.000 hektar kebun kakao kita itu sudah tidak produktif lagi jika dikalikan dengan harga kakao yag ada setiap tahunnya itu 3,6 Triliun,” Katanya.

Jika anggaran 3,6 Triliun kembali di Kolaka utara kata dia, maka perokonomian kolaka utara akan kembali seperti semula tidak ada masyarakat petani kakao susah untuk belanja kebutuhan sehari-hari, susah belanja dan ekonomipun lesu serta sulit untuk mendapatkan uang.

“Apa yang sekarang menghidupi masyarakat hanya perputaran APBD, kalau APBD tidak ada maka akan terjadi kehancuran untuk kita, namun kedepanya kita tidak akan terpengaruh dengan APBD anjlok apapun natinya APBD kita harus lepaskan diri, bangkit dengan kekuatan dengan tenaga sendiri  yakni meningkatkan ekonomi dasar,”jelasnya.

Diapun menambahkan untuk mencapai visinya menjadi kabupaten madani harus ada keseimbangan antara pembangunan fisik, mental dan moral. “dengan program revitalisasi kakao ini membutuhkan waktu 24 bulan sehingga dibutuhkan tanaman sela untuk membantu kebutuhan masyarakat dan untuk menjadikan kabupaten kita ini menjadi kabupaten madani dibutuhkan keseimbangan dalam pembangunan,”tandasnya.

Komentar