27.7 C
Kendari
Sabtu, 13 April 2024

Warga Kolaka Utara Ini Harga Baru BBM di SPBU Pertamina

Penting Dibaca
Kominfo
Kominfohttps://kolutkab.go.id/
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Kolaka Utara

Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di SPBU Pertamina yang berlaku mulai 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Setelah lama diwacanakan, pemerintah akhirnya mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax sebesar rata-rata 26%. Kenaikan harga tersebut berlaku mulai 3 September 2022 pukul 14.30 WIB. Harga Pertalite diputuskan naik sebesar 31% dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter. Begitu pula harga Solar dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter. Sedangkan Pertamax diputuskan naik Rp2.000 menjadi Rp14.500 per liter. “Pemerintah harus membuat keputusan yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir yakni mengalihkan subsidi BBM. Maka harga beberapa subsidi akan disesuaikan,” kata Presiden Joko Widodo saat mengumumkan kenaikan harga BBM, Sabtu, 3 September 2022.

Sebelum resmi menaikkan harga BBM ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp24,17 triliun yang akan disalurkan dalam bentuk bantuan sosial (bansos). Bantuan ini terdiri dari bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 12,4 triliun, subsidi bantuan upah senilai Rp 9,6 triliun, dan bantuan melalui pemerintah daerah sebesar Rp 2,17 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, tambahan bantuan sosial ini demi menjaga daya beli masyarakat dari tekanan kenaikan harga barang, dan mengurangi angka kemiskinan. “Ini diharapkan akan bisa mengurangi tekanan kepada masyarakat dan bahkan mengurangi kemiskinan,” kata Sri Mulyani.

Di sisi lain, Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi yaitu Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53) per 1 September 2022. Harga Pertamax Turbo mengalami penurunan 11,2% menjadi Rp15.900 per liter dari sebelumnya Rp17.900 per liter di wilayah DKI Jakarta.

Lalu, harga solar Dexlite turun 3,9% menjadi Rp17.100 per liter dari harga sebelumnya Rp17.800 per liter. Sedangkan, harga Pertamina Dex mengalami penurunan harga 7,9% menjadi Rp17.400 per liter dari sebelumnya Rp17.800 per liter.


Mengapa Harga BBM Harus Naik?

Sumber Infografic: Katadata

Selisih harga minyak dunia dengan harga jual BBM bersubsidi semakin besar bisa mendorong pemerintah menaikkan harga BBM.

Ketidakstabilan geopolitik global memicu lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini mendorong selisih harga minyak dunia dengan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia semakin besar. Jika tidak diatasi, maka Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan jebol dan berpotensi mengguncang perekonomian nasional.

Karena itu, pemerintah bakal mempertimbangkan kenaikan harga BBM dengan cara mengurangi subsidinya untuk meringankan tanggungan APBN. Per Agustus 2022, harga eceran BBM bersubsidi bahkan jauh dari harga keekonomian.

Berdasarkan asumsi Harga Minyak Indonesia (ICP) US$ 105/barel, harga riil solar yang seharusnya dijual di pasaran adalah Rp13.950 per liter. Namun, karena disubsidi pemerintah harga jual eceran solar saat ini masih Rp5.150 per liter sehingga selisih harganya mencapai Rp8.800 per liter. Artinya 63,1 persen harga solar disubsidi pemerintah.

Begitu pula Pertalite. Harga riil bensin ini seharusnya Rp14.450 per liter, tapi harga eceran masih Rp7.650 per liter karena Pertalite disubsidi pemerintah. Selisih harga riil dengan harga eceran mencapai Rp6.800 per liter atau subsidi pemerintah mencapai 47,1 persen.

Untuk Pertamax, harga riil seharusnya Rp17.300 per liter berdasarkan harga Bensin RON 92 pada Agustus 2022, tapi harga jual eceran Rp12.500 per liter. Selisih harga Rp4.800 atau 27,7 persen yang ditanggung.

Terakhir, harga LPG 3kg seharusnya Rp18.500 per kg. Namun, harga jual ecerannya cuma Rp4.250 per kg. Alhasil, selisih harga sebesar Rp14.250 atau sebesar 77 persennya di subsidi oleh pemerintah melalui Pertamina.

Sehingga, pengurangan subsidi energi, terutama BBM tampaknya tidak bisa dihindari lagi karena asumsi-asumsi dalam APBN juga sudah jauh berubah. Asumsi harga minyak Indonesia, misalnya, kini berada di angka US$ 105/barel yang sebelumnya dipatok di APBN US$ 100/barel.

Kemudian, nilai tukar rupiah atau kurs pun sudah melemah menjadi Rp14.898/US$ per 29 Agustus 2022, yang dari sebelumnya dipatok pada Rp14.450/US$.

Meningkatnya mobilitas masyarakat akibat pemulihan ekonomi juga telah mendorong peningkatan volume konsumsi BBM. Konsumsi pertalite menjadi 29,07 juta Kilo Liter (KL) dari sebelumnya 23,05 juta KL. Lalu, solar menjadi 17,4 juta KL dari sebelumnya 15,1 juta KL.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Harga Baru BBM di SPBU Pertamina

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Komentar

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru

Penjabat Bupati Kolaka Utara Menjadi Khatib Shalat Iedul Fitri di Mesjid Agung

Rabu (10/4) Dengan gemanya takbir yang menggema, Hari Raya Idul Fitri dirayakan dengan penuh sukacita dan kebahagiaan. Suara takbir...
- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img